Pencarian :
Index
Pertanyaan Umum
Digital Tecnica
Lapato
Interlok
 
Kata Kunci Pencarian



 
Hal. Utama » FAQ » Pertanyaan Umum
# Apa yang harus diperhatikan saat pra-pemasangan keramik (sebelum keramik dipasang)?
Jawab :
 
Pada saat pembelian keramik, perlu dipastikan bahwa Anda membeli produk yang benar melalui pengecekan nama produsen, nama koleksi atau nomor kode tipe keramik dan ukuran. Dengan memperhatikan kode yang tertera pada kemasan, diantaranya :
  1. Grade/kualitas : apakah kualitas 1 atau lainnya (penamaan kualitas dapat berbeda-beda tergantung produsen).
  2. Caliber : dinamakan juga work size, menyatakan ukuran yang sebenarnya dihasilkan pada saat produksi.
  3. Tonality/shade : variasi warna, menyatakan shade yang dihasilkan pada saat produksi.
Secara umum pada satu area sebaiknya dipasang dengan memperhatikan caliber & tonality/shade. Dengan mempergunakan caliber yang sama, kerapihan nat (jarak antar keramik) akan tampil lebih terlihat dan baik. Penempatan dalam satu ruangan, secara umum shade sebaiknya homogen (satu seri / tonality). Pencampuram lebih dari satu tonality dalam area/ruangan yang sama dapat memberikan kesan belang.
Sementara untuk kaliber yang sama ada terdapat toleransi sekitar 1 mm ukuran. Perhatikan kualitas produksi produsen agar menghindarkan munculnya masalah saat pemasangan. Untuk Roman, standar kualitas yang dipakai untuk kontrol kaliber adalah lebih ketat dari standar Internasional ISO.
Contoh keterangan mengenai kode pada kemasan keramik Roman :
 


# Bagaimana menentukan jumlah keramik yang akan dipasang pada suatu ruangan ?
Jawab : 
 
  1. Terlebih dahulu tentukan luas permukaan yang akan dilapisi keramik. Kebutuhan pada bagian lantai, sebaiknya menggunakan keramik lantai, sedangkan kebutuhan bagian dinding gunakan keramik dinding yang disesuaikan dengan kebutuhan luasan bidang yang akan dilapisi keramik.  
  2. Tentukan rencana / pola pemasangan secara paralel atau diagonal. Jika pemasangan secara paralel (standar), kebutuhan keramik dapat dilebihkan volumenya sampai dengan 5%, dan pemasangan secara diagonal tentunya jumlah keramik yang terbuang akan lebih banyak, sebaiknya dilebihkan hingga ± 7%.  
  3. Tentukanlah tipe keramik dekoratif yang mau dipasang (jika ada) penggunaan listello, dot, corner atau panel dekoratif akan sangat menentukan jumlah keramik dasar (base tile) yang dibutuhkan.  
  4. Umumnya penghitungan jumlah keramik akan lebih presisi dengan gambar skalatis/gambar kerja. Bantuan seorang professional sangat membantu penghitungan kebutuhan keramik ini.
  5. Beberapa bagian dari area yang akan dipasang memerlukan pemotongan khusus (seperti pada sudut ruangan atau pertemuan dinding dan lantai). Pastikan jumlah keramik yang tersedia sudah diperhitungkan untuk area-area yang perlu pemotongan ini.
  6. Untuk kebutuhan maintenance di kemudian hari, lebihkan 2 – 3 % dari total keramik terpasang dan simpan di tempat yang aman.

# Bagaimana cara memilih warna keramik untuk tema ruang?
Jawab :
  • Bangunan bergaya etnik dapat menggunakan elemen kayu yang cukup terekspos, yaitu dengan warna keramik abu-abu, paduan putih dan krem/kuning, coklat maupun terakota.
  • Bangunan bergaya modern atau minimalis dengan tidak banyak menyimpan perabotan, akan sesuai dengan keramik dengan warna-warna lembut dan “tidak berteriak”, seperti warna putih atau warna semen.
  • Bangunan bergaya natural akan sesuai dengan keramik bermotifkan batu alam atau bambu. Tentunya hal ini akan mendukung suasana alami yang hendak ditampilkan.
  • Bangunan bergaya klasik akan pas dengan keramik bermotifkan seperti marmer atau granit. Jika ingin memiliki suasana anggun dan elegan akan sebaiknya tampil dengan corak seperti itu atau motif baroque.
  • Bangunan bergaya mediteranea akan cocok dengan keramik warna krem , coklat tanah, atau yang memiliki gradasi kedua warna itu.
  • Bangunan bergaya country lebih cocok menggunakan keramik bermotifkan floral atau geometri.

# Mengapa permukaan keramik terpasang tidak rata ?
Jawab : 
  1. Pada umumnya pemasangan keramik yang kurang rapi (tidak rata), dikarenakan kurangnya kontrol pada kerataan lapisan pemasangan di bawah keramik, dan terinjaknya keramik pada saat pemasangan (semen atau lem keramiknya/adhesive yang belum kering).

  2. Sebaiknya agar keramik terpasang rata, harus memperhatikan kesempurnaan pekerjaan mulai dari persiapan campuran screed (lapisan dasar untuk penempatan lem keramiknya), kerataan sebaran lem keramik sampai dengan pemasangan akhir.

  3. Pada saat proses pemasangan, bantuan benang-benang pengarah (dengan interval setiap 2 keping keramik) akan membantu dalam memastikan kerataan pemasangan.

  4. Saat akan menempelkan keramik ada baiknya keramik-keramik tersebut disortir terlebih dahulu, sehingga bila ditemukan keramik yang kerataannya tidak standar ataupun meragukan dapat disisihkan.

  5. Belilah selalu keramik dengan merek bereputasi & berkualitas baik, untuk meminimalkan potensi masalah yang muncul dari keramiknya.


# Bagaimana supaya keramik yang terpasang tidak pecah, gumpil (chipping) atau terlihat kusam
Jawab : 
  1. Keramik yang baru terpasang bisa rusak karena gangguan fisik atau pun kimia. Salah satunya adalah penggunaan cairan kimia pembersih keramik saat membersihkan sisa nat atau semen maupun kotoran lainnya. Sisa nat atau semen sebaiknya dibersihkan secepatnya setelah selesai pemasangan sebelum terlanjur mengeras.

  2. Keramik pecah dapat disebabkan adanya beban kejut yang jatuh diatas keramik. Hal ini agar dihindarkan. Keramik juga rentan pecah jika dibawahnya ada ruang kosong (ruang udara) akibat aplikasi perekat keramik atau semen yang tidak merata.

  3. Keramik gumpil akibat kejatuhan benda tajam seperti linggis. Benda seperti ini agar dihindarkan. Setelah selesai, pemasangan keramik sebaiknya segera diproteksi dengan lembaran karton tebal atau triplek untuk melindunginya semasa masih dalam tahap konstruksi.


# Apabila terjadi retak (setelah beberapa waktu keramik terpasang) pada permukaan keramik, apa yang perlu diperhatikan?
Jawab : 
  1. Coba diperhatikan pola retakan di keramiknya, karena penyebabnya bisa bermacam-macam. Kerusakan pada keramik dapat terjadi karena pergerakan struktur, kontruksi, maupun keramiknya sendiri.

  2. Apabila retakan pada keramik memanjang dan bersifat menerus pada beberapa keping keramik maka bisa terjadi akibat pergerakan struktur bangunan (muai susut struktur bangunan, gempa, getaran, dan lain lain) dimana tegangan/tarikan yang terjadi pada bangunan melampaui kekuatan normal keramik sehingga keramik pecah atau retak.

  3. Dinding maupun lantai yang terlalu luas atau lebar juga memiliki muai/susut cukup besar yang mengakibatkan stress/tegangan pada keramik dan akibatnya menjadi retak/pecah. Hal ini dapat diantisipasi dengan menerapkan dilatasi dan atau memberikan expansion joint pada konstruksi bangunan.

  4. Penggunaan semen yang berlebihan pada saat pemasangan keramik (jenuh semen) sehingga pada saat setting, dapat mengakibatkan adukan semen menimbulkan tegangan pada keramik yang melampaui batas keramik normal sehingga keramik menjadi retak. Lakukanlah pencampuran semen pasir yang normal sesuai dengan anjuran produsennya untuk pemasangan keramik. Dapat juga menggunakan lem keramik (adhesive) yang sesuai.

  5. Keramik yang sub-standard juga memiliki kemampuan stress yang rendah sehingga mudah retak-retak. Sebaiknya menggunakan keramik yang memenuhi standard Internasional ISO dan selalu diuji laboratorium secara konsisten dan berkala untuk menjamin kualitas yang tinggi. Keramik Roman telah di-export selama lebih dari 20 tahun ke lebih dari 60 negara di dunia.


# Kita sering mendengar atau membaca tulisan Roman with Gres Technology, namun apakah Gres Technology itu?
Jawab : 

Keramik lantai Roman diproduksi dengan menggunakan Teknologi Gres, yaitu teknologi yang menjadikan keramik Roman lebih tahan terhadap beban, goresan maupun noda. Keramik dengan teknologi Gres ini memang memiliki kekuatan jauh lebih tinggi dibandingkan keramik biasa, karena mampu menahan beban sampai dengan 450 kg/cm2. Selain itu keramik dengan teknologi Gres dibakar dengan suhu yang sangat tinggi hingga mencapai 1210°C yang akan menghasilkan keramik hampir tidak berpori, serta memiliki daya serap air yang sangat rendah. Salah satu keuntungannya adalah mempersingkat waktu dalam proses pemasangan, karena keramik tidak perlu direndam lebih dulu, demikian juga kasus keramik meledak atau pecah karena masalah kelembaban dapat diminimalkan. Setelah proses pembakaran, keramik kemudian dilapisi Glasur terbaik pada permukaannya, sehingga keramik selain anti noda juga mendapatkan disain, tekstur dan warna yang sempurna. Bahkan jika beberapa produk keramik Roman digunakan untuk area komersial dengan kepadatan lalu lintas tinggi, maka tidak perlu khawatir masalah goresan atau retak pada keramik. Begitu pun jika ada tumpahan tinta atau minuman berwarna, tidak akan meninggalkan bekas noda pada permukaan keramik, sehingga perawatannya menjadi lebih praktis. Keramik Roman dengan Teknologi Gres tersedia dalam berbagai desain inovatif yang cocok untuk aplikasi indoor maupun outdoor. Keramik Roman dengan Gres Teknologi memenuhi standar Internasional pada kelas B1 (kelas ini adalah kelas tertinggi dalam industri keramik). Kategori ini merupakan hal penting untuk penggunaan keramik lantai yang lebih awet dan tahan lama.



# Supaya keramik tidak lepas dari lapisan dasarnya ?
Jawab : 

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar keramik tidak lepas dari lapisan dasarnya :

  1. Jika menggunakan keramik dengan daya serap air diatas 3% (biasanya keramik dinding), terlebih dahulu perlu direndam dengan air. Sedangkan keramik dengan Teknologi Gres tidak perlu direndam (karena daya serapnya sangat rendah). Lalu gunakan mutu/campuran lapisan dasar yang baik kepada keramik dengan penggunaan semen yang pas dalam adukan. Dan hindari pemasangan keramik yang kurang baik (jangan biarkan ada rongga) atau adhesive yang tidak rata dan tidak sesuai dengan material keramiknya.

  2. Perlu dipertimbangkan bahwa beton terutama yang bertulang akan mengalami deformasi sampai beberapa tahun, sebesar 0.25 sampai 0.5% sedangkan keramiknya sendiri tidak dapat ditekan agar mengecil/tidak compressible. Oleh karena itu, pemasangan keramik sebaiknya dilakukan terakhir selain menunggu stabilnya struktur, juga untuk menghindari rusaknya kermik karena pekerjaan-pekerjaan lain yang belum selesai. Apabila keramik ini terjadi dalam waktu yang cukup lama setelah pemasangan keramik (biasanya 3 bulan sampai 3 tahun kemudian), maka hal ini bukan disebabkan oleh keramiknya,melainkan karena deformasi lantai.

  3. Masalah keramik lepas yang disebabkan karena muainya keramik karena menyerap air biasanya terjadi dalam waktu yang tidak lama setelah keramik terpasang, kecuali bila lantai tersebut menerima panas yang berlebihan. Oleh karena itu pemasangan keramik pada lantai yang cukup luas harus diberi expansion joint.


# Mengapa sebaiknya menggunakan keramik?
Jawab : 
 
Tentu ada banyak pilihan untuk penutup lantai seperti karpet, parket vinyl, keramik, batu alam, dan lain-lain. Dan keramik merupakan bahan yang diproses di pabrik dengan tekanan tinggi serta pembakaran temperatur tinggi. Hasilnya adalah finishing bangunan memiliki kekuatan tinggi, sehingga cocok untuk dipasang di lantai bangunan yang selalu menerima beban terus menerus (lalu lintas manusia, perabotan dan lain-lain). Keramik relatif mudah dipasang dan tidak perlu lagi dilapisi ulang (coating) seperti batu alam yang biasanya berpori-pori. Keramik mudah dibersihkan dibandingkan bahan finishing lainnya dan tidak menampung debu atau kotoran mikro yang biasanya dapat memicu masalah kesehatan (seperti asthma, gangguan pernafasan, alergi, dan lain-lain). Keramik tahan api sehingga cocok untuk area-area yang rawan api atau panas, seperti dapur. Keramik juga tahan air dan kelembaban, sehingga sesuai untuk keperluan finishing di area kamar mandi, tempat cuci, teras, balkon, garasi, taman, dan lain-lain). Keramik awet dan tahan lama dipakai sampai bertahun-tahun, yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah cara pemasangan yang benar. Dengan perkembangan teknologi di industri keramik, keramik juga telah tersedia dalam ribuan jenis desain, warna, tekstur, ukuran dan lain-lain, sehingga memberikan pilihan yang banyak sesuai selera konsumen. Dengan perkembangan teknologi tersebut, keramik juga tersedia dengan harga yang semakin terjangkau oleh konsumen masyarakat banyak untuk kebutuhan estetika dan fungsional rumah masyarakat banyak.  

# Bagaimana cara membeli keramik yang baik ?

Jawab :

  1. Pilihlah keramik yang berkualitas. Bagaimana mengetahuinya? Dapat menanyakan langsung petugas toko atau kontraktor maupun konsultan (arsitek/ interior designer). Perhatikan apakah merek yang dimaksud mempunyai reputasi kualitas yang bagus dan memenuhi standar internasional yang berlaku. Biasanya keramik berkualitas Tinggi seperti Roman, juga di ekspor ke mancanegara.
  2. Kebutuhan jumlah keramik itu sendiri. Mencakup jumlah keramik dinding dan lantai yang dibutuhkan. Melalui cara penghitungan ukuran luas dinding dan lantai yang akan ditutupi dengan keramik. Biasanya hitungan satu dus keramik kurang lebih adalah 1 meter persegi. Jangan lupa untuk menyiapkan tambahan dus jika ada keramik yang pecah dan penggantian keramik di kemudian hari.
  3. Sesuaikan dengan tema ruang. Biasanya setiap ruang memiliki tema spesifik yang telah ditentukan si pemilik rumah atau arsitek. Pilihlah keramik yang cocok baik dari ukuran, warna, tekstur, maupun motif. Perlu saran tambahan, dapat pula mendatangi House of Roman ; showroom keramik Roman untuk advis tambahan.




# 3 (tiga) Alasan kenapa ruang dapur perlu memakai keramik

Jawab :

Ada beberapa alasan kenapa sebaiknya di area dapur harus menggunakan keramik pada material penutup lantai, dinding maupun meja dapurnya :

  1. Dinding pada bagian dapur harus ditutupi material keramik agar lebih kuat dan mudah dibersihkan. Maksudnya kuat adalah tahan terhadap panas serta uap. Kemudian mudah dibersihkan dari cipratan masakan terutama minyak.
  2. Lantai pada bagian dapur sebaiknya pakai keramik karena aktivitas di dapur cenderung intensif, oleh karena itu material lantai harus kuat, tahan lama, anti gores, tidak licin, dan mudah dibersihkan. Sebaiknya pilihlah keramik bermutu yang kuat dan tidak licin.
  3. Penggunaan keramik pada meja dapur amat sangat penting. Karena meja dapur sering dijadikan tempat untuk meletakkan panci panas dan pinggan panas di atasnya. Sehingga meja dapur haruslah tahan terhadap panas, tahan air, mudah dibersihkan (jika ada tumpahan kuah, saos berwarna dan noda bumbu), serta kuat dan tahan lama.

Catatan :

Penggunaan keramik berglasur (glazed ceramic tiles) akan memperkuat kemampuan keramik terhadap noda, karena keramik berglasur hampir tidak berpori-pori. Penggunaan keramik tidak berglasur dipoles (polished granite tiles) meningkatkan resiko ternoda karena munculnya pori-pori pada permukaannya.



# Kiat memilih keramik untuk ruang kamar mandi basah

Jawab :

Keramik yang akan digunakan pada suatu ruang kamar mandi basah memiliki kebutuhan tersendiri. Lantas bagaimana kiat untuk memilihnya :

  • Pemilihan keramik lantai yang tepat tergantung pada tipe kamar mandi yang diinginkan. Semua pilihan lantai harus cocok untuk digunakan secara aman bahkan dalam kondisi basah sekalipun. Kalau pengguna kamar mandi adalah anak-anak dan orang tua, prioritaskan masalah keamanan. Sebaiknya gunakan keramik lantai yang bertekstur atau memiliki permukaan anti slip (tidak licin) karena sering ada air/ kelembaban.
  • Sedangkan keramik dengan permukaan glossy atau yang tidak bertekstur berat lebih disarankan dipakai pada keramik dinding kamar mandi. Hal ini membuat kamar mandi akan mudah dibersihkan dari sisa sabun ataupun jamur/lumut.
  • Untuk keramik lantai perlu diperhatikan arah aliran air. Karena sering kecipratan air maka perlu diarahkan kemiringan lantai menuju arah pembuangannya (sekitar 1%). Ukuran lantai yang tidak terlalu besar akan membantu mengarahkan aliran air tersebut.
  • Pemilihan disain keramik untuk lantai dan dinding kamar mandi akan sangat menentukan hasil akhir yang sesuai dengan tema kamar mandi yang diinginkan. Keramik dekoratif seperti listello, inserto atau panel pada keramik dinding akan memberikan suasana/disain yang lebih baik dan mendukung tema pilihan tersebut.
  • Unsur lainnya yang perlu diperhatikan adalah keserasian layout dan besaran ruangan. Jika ruangan terbatas, maka penggunaan keramik berukuran besar akan membantu kesan ruang kamar mandi lebih besar. Demikian pula ukuran keramik yang memanjang secara harizontal bisa membantu kesan tersebut.

# Mengapa pada permukaan keramik tergores/aus pada waktu yang relatif singkat ?

Jawab :

Setelah keramik lantai terpasang maka keramik akan mulai menjalankan tugasnya sebagai elemen finishing permukaan lantai dimana keramik tersebut akan menanggung beban sekaligus lalu lintas manusia dan barang. Secara umum permukaan keramik yang mengkilap dan berwarna gelap maka kemampuannya bertahan terhadap abrasi (abrasive resistant) akan lebih rendah dibandingkan dengan keramik yang bersifat matt/doff dan berwarna terang. Untuk area dimana sering terjadi benturan kasar (seperti pasir) dengan permukaan keramik ataupun di area dimana terjadi lalulintas yang tinggi (misalnya di areal pertokoan), maka lebih disarankan menggunakan keramik yang rustic/doff/matt. Tentu saja menggunakan keramik yang diproduksi dengan kualitas tinggi (body dan glasurnya menggunakan teknologi Gres) seperti Roman akan meningkatkan kemampuan keramik tersebut.


# Kenapa permukaan keramik yang terpasang rusak/cacat sebelum ruangan digunakan?

Jawab :

Permukaan keramik dapat rusak/cacat saat pemasangan ataupun sesaat setelah terpasang. Hal ini terjadi karena benda-benda kasar/ tajam yang merusak permukaan keramik seperti paku, batu, pasir, alat-alat tukang, kaki tangga/steger. Hal ini semakin nyata terlihat jika keramik yang digunakan adalah keramik dengan permukaan glossy/kilap (permukaannya jadi terlihat baret-baret). Cara terbaik adalah melindungi permukaan keramik dengan karton tebal atau triplek begitu keramik selesai terpasang. Pekerjaan pemasangan keramik yang dilakukan setelah pekerjaan interior lainnya selesai (seperti pekerjaan plafon) juga mengurangi resiko keramik menjadi rusak.



# Bagaimana cara membersihkan keramik yang baik? Apakah diperlukan perlakuan khusus ?

Jawab :

  1. Cukup bersihkan keramik secara rutin setiap hari dengan menggunakan air maupun pembersih lainnya agar keramik terlihat bersih.
  2. Keramik yang tidak rutin dibersihkan akan menyebabkan terakumulasinya kotoran dan mengeras, sehingga membuat proses pembersihan menjadi sulit.
  3. Untuk keramik lantai yang memiliki tekstur kasar / tidak rata, sebaiknya dibersihkan dengan menggunakan bubuk penggosok/deterjen sambil digosok dengan sikat dari bahan nylon. Jika ada noda yang sulit dibersihkan, taburkan bubuk deterjen pada permukaan keramik dan biarkan beberapa saat, lalu gosok dengan sikat, kemudian bilas dan keringkan.
  4. Untuk keramik dinding dapat dibersihkan dengan cara sederhana, berupa penggunaan spons dan air sabun, keramik akan terlihat lebih bersih.

# Mengapa terjadi retak pada permukaan keramik yang terpasang ?
Jawab :

Retak terlihat dimana keramik tersebut secara keseluruhan pecah/patah ataupun glasurnya yang pecah/retak (crazing). Hal ini kerap terjadi di keramik dinding. Penyebab utama adalah bergeraknya konstruksi/struktur bangunan (kolom, balok atau tembok/partisi), yang melampaui batas toleransi kemampuan keramik dan adhesivenya (lemnya) dalam menanggung pergerakan tersebut (termasuk pemuaian / penyusutan). Crazing dapat terjadi ketika adhesive-nya (plesteran keramik) menggunakan campuran semen konsentrasi tinggi (semen murni) sehingga terjadi tegangan tinggi pada keramik. Ketika semennya mengalami proses setting, mengakibatkan terjadinya retak glasur (crazing).

 


# Dapatkah keramik digunakan untuk area outdoor?

Jawab : 

Area outdoor (tidak beratap) akan sering terkena hujan, sehingga perlu menggunakan keramik yang tidak licin walaupun terpercik air. Roman memberikan banyak pilihan keramik yang mempunyai permukaan bertekstur, sehingga lebih aman untuk dipakai di areal outdoor. Keramik juga perlu aman bertahan dalam cuaca yang berubah-ubah (panas, dingin, dan hujan) sehingga keramik dengan kekuatan tinggi (high bending strength) seperti Roman yang sangat cocok dipakai. Untuk penggunaan keramik lantai di area outdoor direkomendasikan keramik tersebut memiliki permukaan bertekstur dan tidak mengkilap. (Pastikan keramik yang dipilih merupakan keramik dengan Gres Technology, yaitu lebih tahan beban, noda, dan goresan).



# Apakah penggunaan keramik lantai dan dinding dapat memberikan nilai tambah bagi rumah maupun bangunan Anda ?

Jawab :

Tentu saja. Merubah bagian interior rumah maupun bangunan dapat memberikan penampilan yang berbeda agar terlihat lebih indah, bersih dan berkelas. Keramik Roman menyediakan banyak variasi motif, warna, tekstur dan ukuran keramik yang dapat disesuaikan dengan selera maupun tema desain yang diinginkan. Rumah yang apik, cantik dan indah akan meningkatkan jualnya (value).


# Apa yang dimaksud dengan “shade” dan “caliber” seperti yang tercetak di dus keramik?

Jawab :

Keramik adalah hasil proses produksi di pabrik dengan menggunakan berbagai campuran bahan-bahan alam seperti lempung; feldspar; kaolin dan bahan lainnya. Pengolahan bahan tersebut selanjutnya mengalami proses pembakaran didalam tungku (kiln) yang terkontrol dan bertemperatur sangat tinggi (sampai lebih dari 1200 derajat Celcius). Bahan-bahan tersebut mengalami perubahan kimiawi dan berubah menjadi keramik. Perubahan tersebut juga menyebabkan deviasi dalam hal warna dan ukuran keramik. Berdasarkan standar internasional dilakukan penyortiran dengan mengacu pada prosedur ISO. Hasil sortir tersebut dikelompokkan selanjutnya di setiap dus diberikan kode/ marking untuk membedakan kelompok warna (shade) tertentu dan toleransi ukuran (caliber) tertentu, hal ini juga bertujuan mempermudah pemasangan dan keindahan hasil setelah dipasang. Untuk warna dan ukuran yang tidak memenuhi standard akan dikeluarkan dari kelompok kualitas 1 (kw.1) menjadi kw.2, kw.3. Roman menerapkan proses sortir yang ketat untuk menjaga standard kualitas tinggi Roman yang sudah dipercaya reputasinya.


# Apa keuntungan pemakaian keramik lantai yang berglasur?

Jawab :

Keramik yang tidak berglasur (lebih dikenal dengan istilah ubin atau terakota) tidak mempunyai desain yang tercetak dipermukaannya. Jadi warnanya sama seperti bodynya. Selain itu proses pembakaran di temperatur tertentu belum sampai menyebabkan keramik tanpa glasur tersebut bebas pori-pori. Hal ini akan mengakibatkan keramik tersebut mudah ternoda (stained) oleh kotoran. Setelah pori-porinya terisi kotoran hal ini akan sulit untuk membersihkannya. Keramik yang diglasur tidak mempunyai masalah tersebut karena permukaannya dilapisi glasur yang berfungsi seperti kaca (bebas pori). Keramik yang diglasur juga dapat diaplikasikan dengan berbagai macam desain dan warna di permukaan keramik. Keramik Roman berglasur tersedia dalam berbagai macam warna; desain dan ukuran sehingga menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan finishing lantai maupun dinding dirumah Anda.


# Apakah keramik Roman itu mahal?

Jawab :

Mahal atau murah adalah relatif. Dalam koleksi Roman terdapat desain seperti motif kayu. Dengan menggunakan bahan tersebut untuk di teras misalnya, maka teras terlihat cozy dan alami bagi penghuni yang ingin menampilkan suasana hangat nuansa kayu, dan pada saat yang sama mudah dirawat dan dibersihkan serta tidak ada masalah dengan rayap. Keramik Roman motif kayu tersebut dapat bertahan di teras rumah tersebut selama bertahun-tahun tanpa masalah. Demikian pula Roman menyediakan koleksi dengan desain batu candi yang cocok untuk area taman ataupun carport. Koleksi ini mudah dipakai dan mudah dirawat. Secara keseluruhan keramik Roman memudahkan instalasi dan tahan lama, sehingga lebih ekonomis


# Keramik seperti apa yang cocok untuk dipasang dipagar rumah?

Jawab :

Selain memilih keramik dengan desain dan warna yang sesuai dengan konsep arsitektur/ desain rumahnya, tentu keramik tersebut haruslah mudah dirawat dan tahan lama. Keramik Roman berglasur, tidak berpori, sehingga tidak mudah berjamur dan kotoran yang menempel juga relatif mudah dibersihkan. Dengan menggunakan keramik Roman dengan teknologi Gres, keramik tersebut juga lebih tahan lama terhadap muai susut akibat cuaca (panas matahari dan hujan) karena tidak mudah menyerap air/ kelembaban. Secara keseluruhan Roman adalah keramik yang awet. Keramik Roman telah banyak di ekspor ke mancanegara, bahkan sampai di negara-negara yang bermusim dingin/ cuaca yang ekstrim.


# Apa bedanya keramik Roman dengan granit?

Jawab :

Secara teknis keramik lantai Roman sama dengan keramik granit. Dibakar dalam temperatur tinggi (lebih dari 1200 derajat celcius) keduanya termasuk dalam kategori industri keramik tertinggi yaitu class BI. Granit yang umum dikenal masyarakat tidak berglasur dan untuk mendapatkan efek glossy atau kilap keramik granit tersebut dipoles sampai mengkilap. Roman diproduksi berglasur sehingga tidak perlu dipoles untuk mendapatkan efek glossy (jika diperlukan), hasilnya adalah produk yang kilap sekaligus anti noda (tidak berpori-pori).


# Apakah keramik termasuk ramah lingkungan?

Jawab :

Keramik diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan dari alam seperti lempung, feldspar, kaolin dan lain-lain. Selanjutnya dibakar dalam temperatur tinggi sehingga terjadi perubahan kimiawi dan berubah bentuk menjadi keramik. Selama proses persiapan dan proses produksinya, pabrik Roman selalu berorientasi ramah lingkungan yang ditandai seperti area penghijauan yang luas di lingkungan pabrik, manajemen air hujan yang baik, proses daur ulang penggunaan air limbah, dan sebagainya.


# Apakah keramik dinding boleh digunakan untuk lantai?

Jawab :

Keramik yang biasanya dipakai untuk dinding termasuk dalam kategori class BIII (standard ISO) dimana kekuatannya (bending strength) tentu lebih rendah dari kategori keramik class BI dan BII (yang biasanya dikenal sebagai keramik lantai). Keramik class BIII tersebut lebih difokuskan untuk mencapai efek desain tertentu (misalnya lebih kilap, lebih kontras warnanya, dan sebagainya). Biasanya tuntutan kesempurnaan warna dan desain lebih tinggi dari pada keramik dinding dengan alasan bidang dinding lebih mendapat perhatian bagi mata kita. Tentu saja tidak ada larangan menggunakan keramik dinding di lantai ataupun sebaliknya. Hanya saja penggunaan keramik dinding di area lantai yang sering terbebani (misalnya lalu lalang traffic sirkulasi manusia yang tinggi; atau perabotan (beban berat) tentu sebenarnya kurang sesuai (kurang cocok penggunaannya).


# Selain sebagai pemanis ruang, apa fungsi aksesoris listello atau inserto?

Jawab : 

Selain sebagai pemanis,kedua aksesoris ini juga memiliki berbagai fungsi, contoh: Listello dapat menjadi pemisah & penghubung antara keramik dinding light color & dark color. Aplikasi listello juga dapat menyamarkan kesan luas & dingin dengan teknik pemasangan yang telah direkomendasikan. Selain itu, listello juga dapat menjadi background & focus point dalam ruang. Sedangkan inovasi desain inserto yang dikembangkan Roman, semakin menambah fungsi aksesoris ini sebagai identitas ruang. Dengan inserto juga dapat lebih menonjolkan sebuah fungsi/bidang ruang (seperti area shower, wastafel). Dengan teraplikasikannya teknologi Digital Tecnica semakin meningkatkan nilai tambah disetiap kreasi desain Anda.


# Dengan Digital Tecnica tentunya kreasi desain keramik dinding semakin beragam, bagaimana menserasikan dengan lantai keramiknya?

Jawab :

Koleksi wall tile Digital Tecnica telah dilengkapi dengan masing-masing matching floor di setiap koleksinya. Matching floor tersebut memiliki desain yang serupa dengan koleksi wall tile Digital Tecnica dan dilengkapi dengan proteksi sehingga aman untuk area basah seperti kamar mandi. Bila pilihan matching floor yang direfferensikan Roman kurang memenuhi selera customer yang beragam, varian desain floor tile dari Roman lengkap tersedia dengan keindahan desain tak terbatas, dari desain kayu, batu alam, marmer, semen, metal yang dapat dikreasikan dan dipadupadankan dengan pilihan koleksi wall tilenya.


# Apa yang dimaksud dengan proteksi pada keramik Matching Floor ?

Jawab :

Matching floor dengan proteksi memberikan perlindungan tambahan bagi pengguna kamar mandi atau area basah, agar tidak mudah terpeleset atau tergelincir. Dengan desain yang sama seperti wall tile nya, tetap mudah dibersihkan.



# Pada saat pemasangan keramik, biasanya keramik direndam terlebih dahulu. Bagaimana dengan keramik Roman, berapa lama perendamannya ?

Jawab :

Keramik lantai Roman tidak perlu melalui proses perendaman karena daya serap air yang rendah. Untuk keramik dinding (wall tile) masih diperlukan perendaman ( kurang lebih 30 menit) Sementara itu proses pemasangan dengan adhesive (perekat keramik) sangat disarankan untuk menghemat waktu kerja & proses. Dengan penggunaan adhesive yang tepat maka perendaman tak perlu dilakukan.



# Apa keuntungannya penggunaan (pengaplikasian) keramik di ruang outdoor?

Jawab :

Jika dibandingkan dengan elemen asli seperti: kayu, secara fungsional keramik memiliki daya tahan lebih. Keramik lebih tahan terhadap rayap, lapuk dan jamur, dan lebih kuat terkena paparan matahari dan hujan daripada aplikasi kayu alami. Sedangkan jika dibandingkan dengan Benton dan semen, keramik memiliki kelebihan dalam maintenance, yaitu mudah dibersihkan. Begitu juga jika dibandingkan dengan aplikasi batu alam, keramik lebih mudah dalam pemasangan maupun perawatannya. Melalui Gres technology dari Roman, pori-pori keramik sudah tertutup dengan glasur, sehingga melindungi surface keramik dari noda, kotoran, tumbuhnya jamur dan lumut. Dengan keunggulan lain dari Gres technology yaitu lebih tahan terhadap beban dan gores, keramik Roman memiliki spesifikasi yang tepat untuk area high traffic seperti : teras, carport dan public area lainnya.

Dari fungsi estetika, motif keramik Roman memiliki varian desain yang kaya, dengan telah diaplikasikannya teknologi Digital Tecnica. Melalui Gres Technology dan Ditigal Tecnica, keindahan desain dipadukan secara sempurna dengan kekuatan bahan yang berkualitas. Inovasi desain kayu dan batu alam yang sedang trend saat ini, dapat diaplikasikan di ruang outdoor dengan kelebihan yang tidak dimiliki oleh elemen aslinya.


# Merendam Keramik, Mitos atau Fakta?
Jawab :
 
Ada Mitos, sebelum pemasangan keramik untuk kamar mandi harus direndam. Benarkah?

Sebelum menjawab mitos tersebut, ada baiknya Anda memahami beberapa jenis keramik yang beredar di pasaran. Karena industri keramik menggolongkan produk atas 3 kategori dan 5 sub kategori yaitu :
  1. B1a ( Daya serap air / water absorption / WA antara 0 - 0.5% )
  2. B1b ( Daya serap air / water absorption / WA antara 0.5 - 3% )
  3. B2a ( Daya serap air / water absorption / WA antara 3 - 6% )
  4. B2b ( Daya serap air / water absorption / WA antara 6 - 10% )
  5. B3   ( Daya serap air / water absorption / WA 10% Ke atas )
Semakin rendah WA suatu produk maka efektifitas penyerapannya juga semakin rendah. Dengan kata lain perendaman adalah hal yang percuma. Keuntungan dengan tidak perlunya perendaman adalah proses pengerjaan menjadi lebih cepat, kondisi lapangan menjadi relative lebih kering sehingga otomatis pula meningkatkan produktifitas tukang saat bekerja.

Untuk produk dengan kategori kelas B1a dan B1b perendaman sudah tidak diperlukan. Sedangkan produk lantai dengan kadar WA masuk kategori B2 maka sebaiknya masih dilakukan perendaman air.

# Apa yang perlu diperhatikan agar cermat dalam memilih keramik lantai?
Jawab :
 
Keramik kerap menjadi pilihan ketika akan melapis lantai kamar mandi. Selain mudah dijumpai, pilihan warna dan motifnya juga beragam. Proses pengaplikasiannya pun tak rumit.

Namun pemilihan keramik juga tak bisa asal-asalan. Alasannya, salah pilih bisa berbahaya. Misal : permukaan lantai yang licin bisa berpotensi membuat anda terpeleset.

Karena itu ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih keramik lantai, yaitu :
 
  1. Untuk keramik area basah, membutuhkan tingkat anti kelicinan yang lebih tinggi daripada area semi basah / semi kering. Berdasarkan standard internasional yang berlaku ( dan SNI juga mempunyai angka standar yang sama ) tingkat slip resistance test minimum mencapai angka 0.4. Makin tinggi angkanya maka tingkat slip resistancy-nya makin tinggi.
  2. Semakin rendah tingkat absorption air pada keramik, maka makin baik pula untuk digunakan sebagai finishing lantai.
  3. Hal lain yang penting dalam penggunaan finishing lantai kamar mandi adalah apakah produk tersebut diglasur atau tidak? Fungsi glasur bukan hanya memberikan efek disain / aspek estetika, tetapi juga melindungi permukaan ( sealed ). Glasur akan menutup seluruh pori-pori permukaan sehingga meminimalkan potensi produk tersebut menyerap air.
  4. Glasur yang diterapkan di permukaan finishing lantai juga berfungsi sangat baik untuk melindungi produk dari potensi berjamur atau berlumut. Produk yang berglasur sangat mudah dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel.
  5. Penggunaan efek gloss atau doff tidak banyak berpengaruh terhadap fungsional produk. Efek kilap / doff sebagai bagian dari pilihan desain dan efek interior yang ingin dicapai. Efek kilap di lantai sendiri mesti didampingi dengan efek proteksi yang menghasilkan anti kelicinan tertentu ( slip resistancy ) sehingga aman dipakai di dalam kamar mandi.